BUDIDAYA BELUT

Belut, banyak orang yang jijik dan takut dengan binatang lumpur yang satu ini. Karena bentuknya yang mirip ular dan licin. Namun ternyata kandungan gizinya ternyata cukup tinggi. Seperti halnya bisnis sidat , bisnis belut menjadi primadona untuk eksport ke beberapa negara seperti Jepang, Cina, Korea Selatan dan Beberapa negara di Eropa. Namun di lain sisi budidaya belut ini belum begitu popuper sehingga pemenuhan untuk eksport masihkekurangan.
Permintaan Belut untuk negara Jepang bisa mencapai 100 ton/minggu untuk ukuran 2-3 ekor per kg. Negara lain bisa 8 ton-20 ton per minggu dengan ukuran bervariasi.
Untuk pasar lokal , permintaan belut juga cukup tinggi dengan harga antara Rp 25 ribu-Rp 30 ribu/kg dan di pasar luar negeri tentu jauh diatasnya. Ini masih belum termasuk jenis belut olahan untuk konsumsi di Eropa. Biasanya per 10 kilogram bibit nantinya bisa menghasilkan belutsekitar 1 kuintal.
Pemenuhan permintaan belut untuk berbagai pasar tersebut tidak mungkin mengandalkan penangkapan dari sawah dan rawa. Budidaya belut menjadi pilihan agar peluang pasar dapatdijadikan penghasilan bagi petanibelut.
Dalam melakukan usaha budidaya belut yang penting untuk diperhatikan adalah lingkungan budidaya yang dibuatmirip dengan habitat aslinya. Selain tempat hidup, juga tersedianya makanan untuk belut-belut budidaya. Memperhatikan pola makan belutyang biasa makan pada malam hari juga penting untuk diperhatikan saat memberi makan.
Tips Budidaya Belut
Kendala yang sering dihadapi dalam bisnis budidaya belut seringkali dipicu kurangnya pengetahuan petani, teknik penyusunan media yang informasinya simpang siur dan pembuatan media yang dirasa sulit. Selain itu kurangnya ketersediaan pakan belut serta sulitnya mencari benih yang berkualitas juga bisa menjadi faktor penghambat.
Mengatasi kendala tersebut, Yohanna Endang Murdiningsih, Koordinator Paguyuban BudidayaBelut Sido Makmur Kabupaten Semarang memberikan beberapasaran untuk para pembudidaya belut pemula. Agar tidak salah informasi hendaknya para pemula untuk tidak segan-seganbertanya pada ahli atau yang sudah berpengalaman.
Selain itu perlu disiapkan pula pembuatan budidaya pakan alami/hidup seperti ternak cacingtanah, keong mas, yuyu, kodok, dll. Para pembudidaya juga harusmenyiapkan bentuk kolam dengan menggunakan drum, kolam terpal, kolam tembok, kolam ikan yang tidak terpakai atau dengan sistem mina padi.
Untuk media budidaya belut, bahan baku media sangat penting dimana dibutuhkan lumpur sawah, jerami yang difermentasi dengan EM 4 serta tanaman air (eceng gondok).
Media disusun ke dalam kolam yang dikehendaki dan didiamkan dua minggu agar ’’matang’’. Soal nutrisi atau makanan, terobosanlimbah jus buah dan sayuran yang difermentasi EM 4 sekitar 1-2 ember untuk ditabur ke media kolam sebelum ditebar benih belut.

Silakan berkomentar :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s